AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Harga Minyak Mentah Anjlok, Rusia Terbitkan Balasan Sanksi ke 31 Perusahaan Eropa

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 12 Mei 2022 10:40 WIB
Harga minyak mentah dunia menurun di awal perdagangan sesi pagi waktu Asia.
Harga minyak mentah dunia menurun di awal perdagangan sesi pagi waktu Asia.
Harga minyak mentah dunia menurun di awal perdagangan sesi pagi waktu Asia.

IDXChannel - Harga minyak mentah dunia menurun di awal perdagangan sesi pagi waktu Asia.

Data bursa Intercontinental Exchange (ICE) Kamis (12//5) hingga pukul 09:31 WIB menunjukkan, harga minyak Brent Juli 2022 turun -0,88% di USD106,56 per barel. Sedangkan Brent Agustus 2022 melemah -0,87% di USD105,19 per barel.

West Texas Intermediate (WTI) Juni 2022 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) koreksi -0,97% di USD104,68 per barel, sementara WTI Juli 2022 tumbuh -0,98% di USD103,01 per barel.

Penurunan harga minyak pagi ini terjadi setelah sempat menguat lebih dari 5 persen pada sesi sebelumnya, menyusul kabar sanksi balasan dari Rusia terhadap beberapa perusahaan gas Eropa.

Di tengah saling berbalas sanksi, kenaikan harga minyak juga terbatas seiring ekspektasi ancaman permintaan di China imbas lockdown Covid-19.

"Harusnya ada dukungan kebijakan alternatif dari otoritas China untuk mengatasi Covid-19. Jika tidak, maka kenaikan harga minyak masih tetap terbatas dalam waktu dekat," kata Stephen Innes, Managing Partner di SPI Asset Management, dikutip dari Reuters, Kamis (12/5/2022).

Seperti diketahui, pada Rabu kemarin (11/5), Rusia memberikan hukuman balasan kepada 31 perusahaan yang memberlakukan sanksi terhadap Moskow, setelah agresi militer di Eropa Timur pada Februari lalu.

Langkah ini dinilai menciptakan kegelisahan bagi pasar di mana aliran gas Rusia ke Eropa melalui Ukraina turun seperempat, pertama kalinya yang menyebabkan ekspor gas terganggu.

Di sisi lain, Uni Eropa terus berupaya untuk mengesahkan embargo minyak Rusia meski menjumpai penolakan dari beberapa negara. Sejumlah analis menilai langkah tersebut akan semakin memperketat pasar dan mengalihkan arus perdagangan minyak.

Pemungutan suara UE membutuhkan dukungan dengan suara bulat, dan masih mengalami penundaan setelah adanya pertentangan dari Hungaria.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD