Kedua acuan minyak tersebut sempat melonjak lebih dari 6 persen pada awal perdagangan.
Namun, kenaikannya berkurang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya penghentian perundingan dengan Iran.
Trump juga mengaku telah berkomunikasi dengan Hizbullah melalui perantara dan memperoleh jaminan bahwa kelompok tersebut tidak akan menyerang Israel.
Meski demikian, kontrak minyak masih mencatat pemulihan tajam setelah sepanjang Mei lalu Brent dan WTI masing-masing anjlok sekitar 17 persen hingga 19 persen.
Penurunan bulanan itu menjadi yang terbesar secara nominal sejak Maret 2020 ketika pandemi COVID-19 memangkas permintaan energi global. Saat itu, pasar optimistis AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan.