Eskalasi konflik ini menjadi hambatan tambahan bagi harapan berakhirnya krisis dalam waktu dekat.
Situasi tersebut pada praktiknya telah mengganggu fungsi Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Laporan Axios di platform X pada Jumat lalu bahkan menyebut Iran telah menambah ranjau laut di kawasan selat tersebut selama pekan sebelumnya.
Para eksekutif perusahaan pelayaran yang bertemu di Athena pada Senin mengatakan setiap kesepakatan damai nantinya harus memberikan kepastian aturan yang jelas agar kapal-kapal dapat kembali beroperasi secara normal melalui Selat Hormuz.
Di luar kekhawatiran pasokan minyak, data ekonomi China yang dirilis akhir pekan lalu juga membebani sentimen pasar.