Sebelumnya pada Senin, Tasnim melaporkan, Teheran dan "Poros Perlawanan" yang mencakup sekutu Iran di Yaman, Lebanon, dan Irak telah menyusun agenda untuk memblokir sepenuhnya Selat Hormuz dan mengaktifkan front lain, termasuk Selat Bab el-Mandeb, sebagai upaya untuk "menghukum" Israel dan para pendukungnya.
Direktur Eksekutif Mizuho, Robert Yawger, dalam catatannya menyebut, dikutip Reuters, Selat Bab el-Mandeb berada di ujung selatan Laut Merah. Jalur tersebut saat ini digunakan Arab Saudi untuk mengirimkan sekitar 4 juta hingga 6 juta barel minyak per hari.
"Rasanya kedua pihak berada di dunia yang berbeda," kata Presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow.
Menurutnya, semakin lama konflik berlangsung, semakin rendah persediaan minyak komersial yang tersedia di pasar.
"Pada titik tertentu harga akan melonjak. Kita mungkin hanya berjarak satu atau dua bulan dari situasi tersebut," ujarnya.