Sebelum perang pecah, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melintasi jalur tersebut.
Konflik antara Iran dan AS kembali memanas sejak pekan lalu, mengikis gencatan senjata yang rapuh yang dicapai pada Juni setelah berbulan-bulan pertempuran.
Militer AS pada Selasa malam menyatakan telah menyerang puluhan target militer di sekitar jalur strategis tersebut dan wilayah pesisir Iran dalam operasi yang berlangsung selama tujuh jam.
Sebagai balasan, IRGC pada Rabu menyatakan telah menyerang target-target militer AS di kawasan, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Militer AS juga menyebut serangan lanjutan pada Rabu yang menyasar sistem pertahanan pantai serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah Iran dirancang untuk semakin melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan dalam menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.