Sejumlah analis menilai Iran memberi sinyal dapat memanfaatkan kelompok Houthi di Yaman untuk menutup jalur Bab el-Mandeb menuju Laut Merah.
Langkah tersebut berpotensi membuka front baru dalam konflik dengan Washington dan mengancam dua jalur energi terpenting di dunia.
Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan blokade laut AS terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran turut menopang harga minyak.
Menurutnya, ekspor minyak mentah Iran dalam dua pekan terakhir berada di kisaran 1,5 juta hingga 2 juta barel per hari.
Sementara itu, Goldman Sachs memperkirakan ekspor minyak dari kawasan Teluk sempat pulih menjadi lebih dari 80 persen dari tingkat sebelum perang setelah nota kesepahaman AS-Iran pada Juni. Namun, dalam sepekan terakhir volumenya kembali turun hingga di bawah 50 persen atau sekitar 11 juta barel per hari.