Menurutnya, laporan EIA menunjukkan pasokan minyak mulai stabil, alih-alih terus menyusut.
EIA juga melaporkan persediaan produk sulingan (distillate) meningkat 4,6 juta barel pada pekan lalu, jauh di atas perkiraan kenaikan sebesar 100.000 barel.
Sebelumnya, Washington kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan melancarkan serangan semalam.
Langkah itu mendorong Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan menutup seluruh jalur ekspor lain yang menguntungkan AS dan sekutunya.
Pada Selasa, harga minyak melonjak sekitar 2 persen ke level tertinggi dalam satu bulan setelah serangan tersebut memperburuk gangguan pasokan di Selat Hormuz.