Bank investasi tersebut menilai harga Brent berpotensi melampaui USD110 per barel pada kuartal IV tahun ini apabila pemulihan ekspor dari kawasan Teluk terus tertahan.
Meski demikian, pelaku pasar masih berhati-hati dalam memberikan premi risiko yang terlalu besar terhadap harga minyak mengingat perkembangan konflik yang berubah dengan cepat.
"Ini semua hanyalah bagian dari dinamika perang," kata Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen.
Hansen menambahkan, "Pasar kini belajar menyikapi pengumuman-pengumuman besar dengan lebih tenang karena sering kali ancaman tersebut tidak benar-benar terwujud." (Aldo Fernando)