“Kontrak minyak mentah mengambil kembali sebagian kerugian kemarin karena Selat Hormuz masih hanya dilalui sebagian kecil lalu lintas, jauh lebih rendah dari yang diperkirakan pasar,” katanya.
Kepala Strategi Investasi Wealth Club Susannah Streeter menambahkan, risiko tidak akan hilang dalam waktu singkat meski pengiriman kembali berjalan.
“Bahkan jika pengiriman kembali normal, risikonya tidak akan hilang dalam semalam. Kapal tanker mungkin harus melewati perairan yang dipenuhi ranjau dan kehadiran militer yang meningkat, yang akan menjaga premi asuransi dan biaya pengiriman tetap tinggi,” ujarnya.
Para perusahaan pelayaran pada Rabu menyatakan masih membutuhkan kejelasan terkait syarat gencatan senjata sebelum kembali melintasi Selat Hormuz.
Media Iran melaporkan bahwa pemerintah telah menerbitkan peta jalur aman untuk membantu kapal menghindari ranjau dan menentukan rute pelayaran yang aman. (Aldo Fernando)