Awal pekan ini, AS menghentikan sementara upaya yang disebut Project Freedom untuk membantu kapal-kapal komersial melintasi selat tersebut dengan aman. WSJ juga melaporkan bahwa Arab Saudi dan Kuwait telah mencabut pembatasan penggunaan pangkalan dan wilayah udara mereka oleh militer AS, mengutip pejabat AS dan Saudi, membuka jalan bagi pemerintahan Trump untuk memulai kembali Project Freedom.
"Kesepakatan yang memulihkan lalu lintas melalui Hormuz akan mengurangi premi risiko pasokan, tetapi penundaan atau kemunduran dalam pembicaraan dapat dengan cepat memberikan tekanan ke atas kembali pada harga minyak dan gas," kata analis di ING dalam sebuah catatan seperti dikutip dari Investing, Jumat (8/5/2026).
Media pemerintah Iran beberapa menit sebelum penutupan perdagangan reguler di Wall Street mengatakan bahwa tentara AS telah menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran. "Setelah serangan itu, unit-unit musuh di Selat Hormuz dihujani tembakan rudal Iran, dan setelah mengalami kerusakan, terpaksa melarikan diri," kata media pemerintah Iran.
(Febrina Ratna Iskana)