China sendiri bukan pembeli utama minyak mentah AS dan belum mengimpor minyak dari negara tersebut sejak Mei 2025 akibat tarif impor 20 persen yang diberlakukan saat perang dagang.
Selat Hormuz sebagian besar ditutup sejak perang Iran pecah pada akhir Februari. Garda Revolusi Iran menyebut 30 kapal telah melintasi selat itu sejak Rabu malam, masih jauh di bawah rata-rata harian sekitar 140 kapal sebelum perang.
Teheran juga disebut memperketat kontrol atas selat tersebut dengan menjalin kesepakatan bersama Irak dan Pakistan untuk pengiriman minyak serta gas alam cair dari kawasan itu.
Pada Kamis, kantor berita semi-resmi Iran, Fars, mengutip sumber yang menyebut Iran mulai mengizinkan sejumlah kapal China melintas.
Sebelum laporan Fars terbit, sebuah supertanker China yang membawa 2 juta barel minyak mentah Irak berhasil melewati Selat Hormuz pada Rabu setelah terjebak di Teluk selama lebih dari dua bulan.