Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengatakan perang dan penutupan Selat Hormuz membuat ekonomi global bergerak menuju skenario menengah yang buruk.
Dalam skenario tersebut, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil global diperkirakan turun menjadi 2,5 persen tahun ini dari pertumbuhan 3,4 persen pada 2025.
Badan Energi Internasional atau International Energy Agency pada Rabu menyebut pasokan minyak global tahun ini diperkirakan tidak mampu memenuhi total permintaan seiring pengurasan persediaan yang terjadi dengan kecepatan belum pernah terjadi sebelumnya.
Sementara itu, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 4,3 juta barel menjadi 452,9 juta barel pada pekan yang berakhir 8 Mei, didorong kenaikan ekspor.
Namun, stok distilat justru meningkat, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan. (Aldo Fernando)