sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Turun setelah Vance Sebut Kemajuan Pembicaraan AS-Iran

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
20/05/2026 07:05 WIB
Harga minyak dunia ditutup melemah pada Selasa (19/5/2026).
Harga Minyak Turun setelah Vance Sebut Kemajuan Pembicaraan AS-Iran. (Foto: Magnific)
Harga Minyak Turun setelah Vance Sebut Kemajuan Pembicaraan AS-Iran. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak ditutup melemah pada Selasa (19/5/2026) setelah Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance menyatakan bahwa Negeri Paman Sam dan Iran telah membuat kemajuan dalam pembicaraan, seiring kedua pihak disebut tidak ingin kembali ke aksi militer.

“Kami merasa telah membuat banyak kemajuan. Kami pikir Iran ingin mencapai kesepakatan,” ujar Vance kepada wartawan dalam pengarahan di Gedung Putih, dikutip Reuters.

Pada Senin, Presiden AS Donald Trump melalui media sosial mengatakan bahwa ia menunda serangan militer yang sebelumnya dijadwalkan pada Selasa.

Upaya mencapai kesepakatan dengan Iran masih berlanjut, meski ia menegaskan AS siap melanjutkan serangan jika kesepakatan tidak tercapai.

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Juli turun 0,73 persen menjadi USD111,28 per barel.

Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni yang berakhir pada Selasa terkoreksi 0,82 persen menjadi USD107,77 per barel. Kontrak WTI Juli yang lebih aktif ditutup tergelincir USD104,15 per barel.

Meski melemah pada perdagangan Selasa, harga minyak tetap berada di level tinggi. Pada Senin, Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Mei, sementara WTI mencapai level tertinggi sejak 30 April.

“Kami masih melihat sejumlah besar pasokan minyak yang terhenti, dan dengan infrastruktur regional yang berada dalam risiko, kami hanya bisa menunggu apakah akan ada kesepakatan atau gelombang aksi militer berikutnya. Jadi ini merupakan skenario yang sangat biner,” ujar Partner di Again Capital, John Kilduff.

Konflik di Timur Tengah disebut telah secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang biasanya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia setiap hari, sehingga menciptakan gangguan pasokan minyak terbesar di dunia, menurut International Energy Agency (IEA).

Proposal perdamaian terbaru Teheran kepada AS mencakup penghentian permusuhan di semua front termasuk Lebanon, penarikan pasukan AS dari wilayah yang dekat dengan Iran, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang, menurut laporan media pemerintah pada Selasa.

Sementara itu, AS menjatuhkan sanksi terhadap sebuah perusahaan penukaran mata uang asing Iran dan perusahaan cangkang yang disebut mengelola transaksi atas nama bank-bank Iran. AS juga memblokir 19 kapal yang disebut terlibat dalam pengiriman minyak dan petrokimia Iran ke pelanggan luar negeri.

Di sisi lain, kilang milik negara China memangkas throughput minyak lebih dari 1 juta barel per hari sejak pecahnya perang Iran, menurut analis dan sumber pasar, akibat gangguan pasokan minyak mentah dan margin yang melemah.

Kilang milik negara China memproses 8,4 juta barel per hari bulan ini, turun dari 8,6 juta barel per hari pada April dan 9,5 juta barel per hari pada Maret, menurut konsultan Energy Aspects.

Angka tersebut dibandingkan dengan sekitar 10 juta barel per hari sebelum AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperpanjang pengecualian sanksi selama 30 hari untuk memungkinkan negara-negara yang “rentan energi” tetap dapat membeli minyak Rusia yang dikirim lewat laut.

Di sisi lain, kilang minyak Ryazan di Rusia, yang menyumbang hampir 5 persen dari total produksi kilang negara tersebut, menghentikan operasi setelah serangan drone Ukraina pekan lalu, menurut dua sumber industri.

Di AS, penarikan rekor sebesar 9,9 juta barel dilakukan dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) pekan lalu, berdasarkan data Departemen Energi AS. Hal ini membuat cadangan turun menjadi sekitar 374 juta barel, level terendah sejak Juli 2024.

Persediaan minyak mentah AS diperkirakan turun sekitar 3,4 juta barel dalam pekan hingga 15 Mei. Data mingguan dari Energy Information Administration (EIA) dijadwalkan dirilis pada Rabu. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement