Sepanjang April, harga nikel di Shanghai dan London masing-masing telah menguat sekitar 11 persen dan 13 persen.
Melansir dari Reuters, Zhejiang Huayou Cobalt pada Selasa menyatakan unitnya di Indonesia akan menghentikan sementara sebagian lini produksi mulai 1 Mei, sehingga memangkas sekitar setengah kapasitas pabrik.
Langkah ini diambil setelah lonjakan harga sulfur meningkatkan biaya pada salah satu proyek nikel untuk baterai.
"Produsen nikel berbasis high-pressure acid leach (HPAL) di Indonesia, yang menyumbang sekitar 14 persen pasokan global, menghadapi tekanan dari kenaikan harga sulfur dan pasokan yang semakin ketat, sehingga menjaga harga tetap cenderung menguat," tulis analis Morgan Stanley dalam catatannya.
Untuk logam lain di SHFE, tembaga turun 0,53 persen, aluminium melemah 0,1 persen, sementara timbal dan seng relatif stabil, dan timah naik 0,74 persen.