“Dalam skenario dasar kami, harga CPO kontrak bulan terdepan di Bursa Malaysia diperkirakan turun menuju 4.200 ringgit per ton sepanjang kuartal II-2026, seiring potensi gencatan senjata bertahan, harga energi melemah, serta produksi musiman di Malaysia dan Indonesia meningkat,” tulis BMI dalam laporannya, seperti dikutip Reuters. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.