IDXChannel – Harga logam dasar menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026), dipimpin oleh tembaga yang naik ke level tertinggi dalam dua pekan seiring meningkatnya harapan de-eskalasi konflik di Timur Tengah.
Mengutip Reuters, kontrak tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 1,03 persen ke USD12.463 per ton, setelah sempat menyentuh USD12.414 per ton, level tertinggi sejak 18 Maret.
Sementara itu, kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) menguat 1,54 persen ke 97.030 yuan per ton setelah sempat mencapai 97.250 yuan, tertinggi sejak 19 Maret.
Sentimen positif datang setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan serangan militer terhadap Iran berpotensi berakhir dalam dua hingga tiga minggu ke depan, bahkan tanpa kesepakatan dengan Teheran.
Trump juga dijadwalkan menyampaikan pidato resmi untuk memberikan pembaruan terkait Iran, yang meningkatkan harapan pasar terhadap meredanya konflik geopolitik.
Tembaga yang dikenal sebagai barometer kesehatan ekonomi global mendapat dorongan dari meredanya kekhawatiran pasar.
Sebelumnya, logam merah ini tertekan akibat lonjakan harga minyak selama konflik yang memicu kekhawatiran inflasi dan melemahkan prospek pertumbuhan ekonomi.
Sepanjang Maret, harga tembaga di London tercatat turun 7,55 persen, menjadi penurunan bulanan terdalam sejak Juni 2022 setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Pelemahan dolar AS juga turut menopang harga komoditas karena membuat logam yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor global.
Dari sisi permintaan, pasar China menunjukkan tanda pemulihan. Persediaan tembaga yang dipantau SHFE turun untuk minggu kedua berturut-turut menjadi 359.135 ton per 27 Maret, menandakan konsumsi mulai membaik di negara konsumen terbesar logam dunia tersebut.
Logam dasar lainnya di LME bergerak bervariasi, dengan aluminium turun 0,17 persen, seng naik tipis 0,03 persen, timbal naik 1,26 persen, nikel menguat 0,91 persen, dan timah naik 1,25 persen.
Di SHFE, aluminium turun 0,02 persen, seng naik 0,15 persen, timbal naik 1,21 persen, nikel menguat 0,07 persen, dan timah naik 1,47 persen. (Aldo Fernando)