Meredanya ketegangan secara terbatas tersebut belum menyelesaikan konflik yang lebih luas antara AS, Israel, dan Iran. Media pemerintah Iran melaporkan Teheran menghentikan perundingan damai tidak langsung dengan Washington, sementara seorang komandan senior Iran mengancam akan mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Bab el-Mandeb.
Konflik tersebut menjaga risiko energi tetap tinggi bagi pasar logam. Aluminium dinilai lebih rentan karena kawasan Teluk menyumbang sekitar 9 persen dari produksi global.
Harga aluminium LME naik 1,63 persen menjadi USD3.776,50 per ton setelah sempat menyentuh USD3.787,50 per ton, level tertinggi dalam lebih dari empat tahun. Di SHFE, harga aluminium menguat 2,10 persen dan ditutup pada 24.825 yuan per ton.
Timah juga mencatat reli kuat. Harga timah di London naik 3,25 persen, sedangkan kontrak serupa di Shanghai melonjak 5,19 persen.
Untuk logam lainnya di LME, seng naik 1,08 persen, timbal bertambah 0,77 persen, dan nikel menguat 0,54 persen.
Di SHFE, seng naik 1,09 persen, timbal bertambah 0,18 persen, dan nikel menguat 1,14 persen. (Aldo Fernando)