sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Tembaga Tertekan Dolar AS dan Kekhawatiran Ekonomi

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
25/08/2026 14:58 WIB
Harga tembaga turun pada Selasa (25/8/2026), tertekan penguatan dolar AS dan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global.
Harga Tembaga Tertekan Dolar AS dan Kekhawatiran Ekonomi. (Foto: iStock)
Harga Tembaga Tertekan Dolar AS dan Kekhawatiran Ekonomi. (Foto: iStock)

IDXChannel - Harga tembaga turun pada Selasa (25/8/2026), tertekan penguatan dolar AS dan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global.

Tekanan tersebut mengimbangi kekhawatiran baru mengenai potensi kekurangan pasokan akibat meningkatnya permintaan penarikan stok tembaga dari gudang London Metal Exchange (LME).

Kontrak tembaga tiga bulan di LME turun 0,41 persen menjadi USD14.214 per metrik ton pada pukul 10.01 WIB.

Sementara itu, kontrak tembaga yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange (SHFE) naik tipis 0,17 persen menjadi 107.930 yuan.

Seperti komoditas logam industri lainnya, tembaga tertekan penguatan dolar AS, kekhawatiran terhadap suku bunga, serta sentimen ekonomi yang masih berhati-hati.

Pergerakan ini berbalik setelah harga tembaga menguat pada Senin menyusul lonjakan pembatalan warrant tembaga di LME.

Pembatalan warrant menandakan adanya permintaan untuk menarik logam dari gudang, sehingga kembali memicu kekhawatiran mengenai potensi kekurangan pasokan.

“Lonjakan pembatalan warrant tersebut memicu kembali kekhawatiran mengenai kekurangan pasokan,” kata Senior Commodity Strategist ANZ, Daniel Hynes, dikutip Reuters.

Indeks dolar AS naik 0,08 persen. Penguatan dolar AS cenderung menekan harga komoditas yang dihargai dalam dolar karena membuat komoditas tersebut lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Kekhawatiran mengenai tarif serta belum adanya kemajuan berarti dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah juga meningkatkan kekhawatiran bahwa suku bunga AS akan bertahan di level tinggi lebih lama.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve AS pada pertemuan September mencapai 42 persen, naik dari 36 persen sepekan sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan permintaan terhadap material industri seperti tembaga, yang banyak digunakan dalam sektor kelistrikan dan konstruksi.

Sentimen yang suram juga membuat harga aluminium mengabaikan kabar bahwa kecelakaan kereta yang dioperasikan produsen aluminium Rusia, Rusal, di Guinea menghentikan sementara ekspor dari sebuah fasilitas pengolahan alumina berkapasitas 600.000 ton per tahun.

Harga aluminium turun 0,67 persen di LME dan 0,21 persen di SHFE.

Di LME, harga seng turun 0,37 persen, timbal melemah 0,08 persen, nikel turun 0,48 persen, dan timah terkoreksi 0,44 persen.

Sementara di SHFE, harga seng naik 0,17 persen, timbal turun 0,34 persen, nikel melemah 0,75 persen, dan timah turun 0,47 persen. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement