Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve AS pada pertemuan September mencapai 42 persen, naik dari 36 persen sepekan sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch Tool.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan permintaan terhadap material industri seperti tembaga, yang banyak digunakan dalam sektor kelistrikan dan konstruksi.
Sentimen yang suram juga membuat harga aluminium mengabaikan kabar bahwa kecelakaan kereta yang dioperasikan produsen aluminium Rusia, Rusal, di Guinea menghentikan sementara ekspor dari sebuah fasilitas pengolahan alumina berkapasitas 600.000 ton per tahun.
Harga aluminium turun 0,67 persen di LME dan 0,21 persen di SHFE.
Di LME, harga seng turun 0,37 persen, timbal melemah 0,08 persen, nikel turun 0,48 persen, dan timah terkoreksi 0,44 persen.
Sementara di SHFE, harga seng naik 0,17 persen, timbal turun 0,34 persen, nikel melemah 0,75 persen, dan timah turun 0,47 persen. (Aldo Fernando)