AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Harga Terus Meroket, Saham Jakarta Propertindo (URBN) Masuk Radar UMA

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 16 September 2021 10:35 WIB
Peningkatan harga yang terjadi atas saham PT Urban Jakarta Propertindo Tbk membuatnya masuk dalam daftar aktivitas pasar diluar kebiasaan atau UMA.
Harga Terus Meroket, Saham Jakarta Propertindo (URBN) Masuk Radar UMA. (Foto: MNC Media)
Harga Terus Meroket, Saham Jakarta Propertindo (URBN) Masuk Radar UMA. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Peningkatan harga yang terjadi atas saham PT Urban Jakarta Propertindo Tbk membuatnya masuk dalam daftar aktivitas pasar diluar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA). Kondisi ini menunjukkan aktivitas perdagangan dan pergerakan harga efek yang tidak biasa dalam waktu tertentu.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/9/2021), pengumuman UMA atas saham emiten berkode saham URBN ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan undang-undang di bidang pasar modal.

Sebelumnya URBN pernah mendapatkan penghentian sementara (suspensi) atas perdagangan sahamnya di pasar reguler dan tunai pada 8 Januari 2021. Langkah tersebut dilakukan bursa dalam rangka cooling down.

Sampai saat ini, BEI masih mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut. Sehingga BEI mengimbau para investor URBN untuk memperhatikan jawaban perusahaan terkait atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya perlu juga dicermati.

“Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Dan Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” tulis pengumuman BEI, dikutip Kamis (16/9/2021).

Untuk diketahui, pada Senin (13/9/2021), URBN mengalami lonjakan saham yang berhasil menguat hingga auto reject atas (ARA) naik 25% dari sebelumnya Rp165 menjadi Rp825 per saham.

Ketika saham mengalami auto rejection, sistem BEI secara otomatis menolak penawaran jual atau permintaan beli saham melewati batas kenaikan dan penurunan harga yang telah ditetapkan. (FIRDA/TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD