"Untuk 2026, RMKE menargetkan peningkatan konektivitas hauling road ke 19 tambang potensial, di mana tiga di antaranya telah terhubung pada 2025. Perseroan membidik penambahan 4–5 klien baru dengan target volume jasa transportasi mencapai 12 juta ton dan target penjualan batu bara sekitar 3,6 juta ton," ungkapnya.
Secara operasional, RMKE didukung infrastruktur terintegrasi di Sumatera Selatan yang mencakup Stasiun Muat Gunung Megang, Stasiun Bongkar Simpang, jaringan hauling road, Pelabuhan Musi 2, serta tambang in-house PT Truba Bara Banyu Enim.
Sebelumnya, perseroan juga mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham hingga Rp200 miliar. Manajemen menyebut langkah ini didasarkan pada kondisi fundamental perseroan serta prospek pertumbuhan seiring optimalisasi operasional hauling road sejak semester kedua 2025. Sejumlah perusahaan sekuritas, termasuk Sinarmas Sekuritas dan Ajaib Sekuritas, telah merevisi naik target harga saham RMKE ke kisaran Rp13.000 per saham.
Sekadar informasi, pada perdagangan Senin (2/2/2026), saham RMKE ditutup melemah 4,36 persen ke level Rp4.830 per saham.
(Shifa Nurhaliza Putri)