Menurut BRI Danareksa, revisi tersebut membuat HPM lebih mencerminkan kondisi pasar aktual.
Dengan demikian, risiko ketidaksesuaian antara harga acuan pemerintah dan harga transaksi dapat berkurang, sehingga kepastian pricing dan royalti meningkat.
Bagi perusahaan yang terintegrasi hingga bisnis downstream HPAL, harga bijih yang lebih rendah juga berpotensi memberikan manfaat di sisi pengolahan.
Namun, besarnya dampak akan bergantung pada harga pasar aktual dan struktur biaya masing-masing perusahaan.
BRI Danareksa menilai MBMA, NCKL, dan INCO menjadi emiten yang paling relevan diperhatikan setelah perubahan HPM karena memiliki eksposur terhadap limonite dan HPAL.