IDXChannel - Pengelola jaringan ritel Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) meminta persetujuan pemegang saham untuk menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) VIII atau rights issue jumbo.
Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Maret 2026 guna memperoleh restu atas aksi korporasi tersebut.
Dalam rencana tersebut, MPPA akan menerbitkan sebanyak 24 miliar saham baru dengan potensi dilusi kepemilikan hingga 64,92 persen.
Dana hasil aksi korporasi akan digunakan untuk membeli hak atas tanah dan bangunan di berbagai daerah senilai Rp780 miliar dari sejumlah entitas anak usaha milik pengendali perseroan, PT Multipolar Tbk (MLPL).
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan Kamis (19/2/2026), perseroan belum mengumumkan harga pelaksanaan maupun rasio rights issue.
MLPL menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya dan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) atas sisa saham baru yang tidak diambil pemegang saham lain, dengan jumlah maksimal mencapai 7.566.400.000 saham.
Manajemen menilai, pelaksanaan PMHMETD VIII akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi serta dapat mendukung pengembangan usaha, meningkatkan pendapatan dan profitabilitas, serta memperbaiki prospek bisnis.
Sebagai catatan, MPPA saat ini masih menghadapi tekanan kinerja. Perseroan membukukan rugi bersih Rp152 miliar sepanjang 2025, sehingga posisi ekuitas tercatat negatif Rp4 miliar.
Di sisi lain, beban liabilitas juga relatif tinggi dengan utang berbunga mencapai Rp980 miliar, menjadikan rights issue ini krusial untuk memperkuat struktur permodalan dan likuiditas perseroan.
(DESI ANGRIANI)