"Target ini ditopang oleh fundamental operasional IATA yang solid berupa cadangan batubara yang signifikan, infrastruktur terintegrasi, serta kesiapan logistik dan fasilitas pendukung di seluruh area operasional," kata manajemen IATA dalam keterangan, Jumat (9/1/2026).
Sebagai informasi, IUP-OP APE memiliki cadangan batu bara sebesar 222 juta MT, terdapat jalan hauling pit-to-port sepanjang +10 km, tidak bersinggungan dengan jalan umum, serta terpasang geotekstil dan perkerasan batu split secara menyeluruh.
Memiliki 2 jetty manual dengan kapasitas 10.000 MT/hari, serta akan segera memulai konstruksi Barge Loading Conveyor (BLC) 4 feeder berkapasitas 40.000 MT/hari. Lalu Kapasitas pelabuhan eksisting mencapai 250.000 mT/bulan dan akan dinaikan menjadi 1200.000 MT/bulan.
Kegiatan operasional diperkuat dukungan tongkang milik PT Karya Pacific Investama, selaku pemegang saham IATA. Bekerja sama dengan kontraktor PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) dengan nilai kontrak Rp5 triliun dan sudah Ist digging pada awal Januari 2026.
Sementara itu, IUP-OP IBPE memiliki cadangan batu bara sebesar 25 juta MT, terdapat jalan hauling pit-to-port sepanjang ‡3,5 km dan tidak bersinggungan dengan jalan umum, dan menggunakan pelabuhan yang sama dengan IUP-OP PMC.