sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Dibuka Koreksi ke 7.945 Usai Moodys Rating Turunkan Outlook Utang RI

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
06/02/2026 09:28 WIB
Hingga pukul 09.28, indeks saham turun 1,15 persen ke 8.013 dan berada di level tertingginya 8.025.
IHSG Dibuka Koreksi ke 7.945 Usai Moodys Rating Turunkan Outlook Utang RI (Foto: iNews Media Group)
IHSG Dibuka Koreksi ke 7.945 Usai Moodys Rating Turunkan Outlook Utang RI (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka koreksi ke 7.945 pada perdagangan Jumat (6/2/2026), usai Moodys Rating menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. 

Hingga pukul 09.28, indeks saham turun 1,15 persen ke 8.013 dan berada di level tertingginya 8.025.

Sebanyak 134 saham menguat, 500 melemah, dna 325 saham stagnan. Nilai transaksi di awal sesi mencapai Rp1,017 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 1,847 miliar saham.

Seluruh sektor bergerak di zona merah. Sektor Teknologi memimpin kejatuhan dengan koreksi sebesar 3,79 persen, disusul oleh sektor Barang Baku yang terpangkas 3,19 persen, dan sektor Konsumer Non-Primer yang turun 3,15 persen.

Koreksi ini juga menyeret indeks-indeks blue chip. Indeks LQ45 tercatat turun 2,02 persen ke level 812,62, sementara indeks IDX30 melemah 1,82 persen ke posisi 424,7.

Di tengah aksi jual, beberapa saham tetap mencatatkan kenaikan signifikan hingga masuk top gainers antara lain PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) naik 29,17 persen, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) naik 24,85 persen, dan PT Hotel Fitra Internasional Tbk (FITT) naik 24,06 persen.

Sebaliknya, jajaran top losers dihuni oleh PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) turun 14,94 persen, PT MD Pictures Tbk (FILM) turun 14,80 persen, dan Pinnacle Persada Investama (XPDV) turun 14,55 persen.

Sebagai informasi tambahan, penurunan peringkat oleh Moodys Ratings ini didasari pada kekhawatiran stabilitas kebijakan di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Perubahan outlook tersebut diumumkan menyusul aksi jual besar-besaran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan lalu. Hal tersebut terkait dengan kekhawatiran investor terhadap kelayakan investasi atas saham-saham Indonesia.

Moody's menambahkan, jika tren ini berlanjut, kondisi tersebut dapat menggerus kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah terbangun sejak lama, yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi yang solid serta stabilitas makroekonomi, fiskal, dan keuangan.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement