AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

IHSG Ditutup Menguat ke 6.626, Ternyata Ini Pendorongnya

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 14 Oktober 2021 16:40 WIB
Adapun terdapat 305 emiten menguat, disusul 225 melemah, dan 129 lainnya stagnan.
IHSG Ditutup Menguat ke 6.626, Ternyata Ini Pendorongnya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menghijau 89,2 poin di level 6.626,114 pada perdagangan Kamis (14/10/2021). 

Penguatan sore ini merupakan ketiga kalinya beruntun sejak Selasa (12/10) lalu dan membawa IHSG kembali mencetak rekor barunya selama tiga tahun terakhir, menyentuh titik tertingginya di 6.637,400. Performa jangka pendeknya juga terpantau cemerlang dalam sepekan (3,27%), sebulan (8,45%), dan year to date (10,82%). 

Adapun terdapat 305 emiten menguat, disusul 225 melemah, dan 129 lainnya stagnan. Total transaksi mencapai Rp16,7 triliun dari 21,3 miliar lembar saham yang diperdagangkan. 

Associate Retail & Branch Coordinator PT RHB Sekuritas Indonesia Muhammad Syahrizannas mengemukakan bahwa dari segi teknikal, pergerakan IHSG sudah membentuk tren strong-bullish. 

"Kalau kita lihat pergerakan indeks di awal perdagangan sudah dibuka lebih tinggi dari penutupan kemarin, secara tren sepanjang September sampai awal Oktober cukup kuat. Jadi secara teknikal cukup strong bullish," kata Syahri dalam 2nd Session Closing, Kamis (14/10/2021). 

Berbicara soal katalis penggerak, Syahri mencermati bahwa penguatan indeks turut mengikuti kenaikan dari bursa regional di kawasan Asia yang juga terpantau positif. 

Kendati sebagian negara di Asia masih menghadapi krisis energi dan lonjaknya harga komoditas, penguatan indeks masih dapat terus berlangsung mengingat performa sejumlah emiten bigcaps dari dalam negeri. 

"Dari katalisnya, di pasar Asia tadi pagi sempat dibuka positif sepanjang intra-day, menyusul positifnya laporan perdagangan dari China sendiri meskipun krisis energi masih membayangi, kalau kita lihat harga komoditas batu bara, minyak mentah dan lainnya juga masih menguat, "terangnya. 

Menurutnya, aktivitas investor asing di pasar modal juga turut memberikan dampak baik bagi IHSG, mengingat akumulasi net-buy asing hari ini mencapai Rp1,59 triliun. 

"Dari dalam negeri masih minim katalis, sempat ada stocksplit dari BBCA, karena memang BBCA merupakan emiten dengan market-caps yang besar, sehingga dapat memicu pergerakan indeks. Penguatan IHSG juga dipicu oleh pergerakan saham-saham bigcaps lain yang sebagian besar disokong oleh sejumlah sektor seperti perbankan dan konstruksi," lanjutnya. 

Syahri mewaspadai aksi profit taking yang terjadi menyusul penguatan yang cukup signifikan terhadap indeks beberapa waktu terakhir ini. 

"Kalau kita lihat dari harga 6.600 sudah tertembus, ini rawan aksi profit taking, karena saham-saham bigcaps sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jadi alangkah lebih baik sell on strength dulu. Target akhir tahun IHSG bisa menembus di area 6.700-6800an," tukasnya. 

Seperti diketahui, pergerakan asing hari ini terdiri dari Rp1,44 triliun di pasar reguler dan Rp147,44 miliar di pasar negosiasi tunai dengan total akumulasi mencapai Rp1,59 triliun. Menilik bursa Asia, sejumlah indeks bergerak menguat seperti N225 (1,46%), KS11 (1,50%), STI (0,33%), dan SSEC (-0,10%).

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD