Phintraco Sekuritas menyebutkan, perang antara Iran dan AS-Israel akan mendongkrak harga minyak. Namun, situasi ini berpotensi menekan APBN jika lonjakan harga minyak dan pelemahan rupiah berlangsung lama.
Dengan kondisi ini, sektor minyak dan gas (migas) diuntungkan karena kekhawatiran terganggunya suplai. Sementara harga emas juga menguat karena permintaan akan aset safe haven.
"Kenaikan pada harga migas juga berpotensi mendorong komoditas yang dapat menjadi alternatif energi seperti batu bara, nikel, dan CPO. Untuk sektor oil & gas shipping, akan terdampak positif jika tarif freight naik karerna akan memperpanjang rute pelayaran," tulis Phintraco Sekuritas.
Hal ini terlihat dari sektor energi yang menjadi satu-satunya sektor yang menghijau 1,54 persen. Sedangkan sisanya turun dengan sektor siklikal mencatat penurunan paling dalam hingga 7,6 persen.
Di luar saham energi, saham-saham yang masuk jajaran top gainers hari ini yakni PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) naik 19 persen ke Rp5.000, PT Malindo Feedmilil Tbk (MAIN) naik 12 persen ke Rp885, dan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) menguat 6 persen ke Rp550.