AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24935.43
-0.07%
-16.92
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

IHSG Hari Ini Diprediksi Melanjutkan Penguatan di Sesi II

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 17 November 2021 11:56 WIB
IHSG ditutup menguat 9,3 poin (0,14 persen) di level 6.660,544 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (17/11/2021).
IHSG Hari Ini Diprediksi Melanjutkan Penguatan di Sesi II (FOTO: MNC Media)
IHSG Hari Ini Diprediksi Melanjutkan Penguatan di Sesi II (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 9,3 poin (0,14 persen) di level 6.660,544 pada perdagangan sesi pertama, Rabu (17/11/2021). Penguatan ini diprediksi tetap berlanjut di sesi kedua perdagangan.

Dibuka positif di 6.667,862, IHSG bergerak fluktuatif dan mampu menjaga penguatan dengan range pergerakan di area 6.679,304 - 6.653,458.

Adapun terdapat 233 emiten menguat, 252 yang melemah, dan 172 lainnya stagnan. Total transaksi mencapai Rp8,2 triliun dari 18,16 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Equity Analyst PT Kanaka Hita Solvera, Raditya Krisna Pradana memaparkan bahwa pergerakan IHSG masih berada dalam fase yang sehat mengingat tren pergerakannya yang cenderung bullish alias menguat dalam beberapa waktu terakhir.

"Menurut analisis kami IHSG masih dalam tahap yang sehat, masih bergerak dalam tren bullish," kata Raditya dalam Power Breakfast, Rabu (17/11/2021).

Raditya memandang pasar merespons positif pengumuman rilis neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus. Menurutnya, katalis ini bakal memberikan suntikan positif bagi pasar modal pada kuartal selanjutnya.

"Ada rilis pengumuman bahwa Indonesia pada bulan Oktober kembali mencatatkan surplus perdagangan yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Hal ini tentu menjadi indikator ekonomi makro Indonesia yang tentunya semakin solid, terutama di kuartal keempat 2021," tuturnya.

Menyusul IHSG, beberapa indeks terpantau bergerak variatif seperti indeks LQ45 turun (-0,04 persen) di 947,74, JII merosot (-0,39 persen) di 562,89, IDX30 melemah (-0,05 persen) di 504,33, dan MNC36 menanjak (0,01 persen) di 320,79.

Dari sisi indeks sektoral, beberap yang menguat yakni: bahan baku (0,41 persen), energi (0,78 persen), keuangan (0,32 persen), industri (0,85 persen), properti (0,11 persen), teknologi (0,52 persen), dan transportasi (1,01 persen).

Sedangkan yang melemah yaitu: konsumsi siklikal (-0,18 persen), kesehatan (-0,10 persen), infrastruktur (-0,05 persen), dan non-siklikal (-0,54 persen).

Sementara itu, saham-saham top gainers adalah: PT Mitra Investindo Tbk (MITI) naik (34,03 persen) di Rp256, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) melesat (30,00 persen) di Rp182, dan PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) menguat (16,13 persen) di Rp360.

Adapun saham saham yang masuk top losers antara lain, PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) melemah (-6,35 persen) di Rp59, PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) merosot (-5,56 persen) di Rp68 dan PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) anjlok (-4,68 persen) di Rp1120. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD