IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak naik dengan rentang perdagangan di level 7.032 hingga 7.115 dan support di level 6.900, pada perdagangan Rabu (5/2/2025).
“Kami melihat potensi peningkatan volatilitas pasar berlanjut, meski kemarin indeks Dollar (DXY) cenderung melemah cukup dalam kemarin ke posisi 107,96 dari 108,99 sehari sebelumnya dan Rupiah kemarin menguat ke posisi 16.345,” tulis Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya, Rabu (5/2/2025).
Menurut Mirae Asset Sekuritas, hal itu imbas ketidakpastian global cenderung meningkat dalam beberapa hari terakhir, dimulai dari penandatanganan kenaikan tarif Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu lalu (1/2/2025) lalu kepada barang impor dari Meksiko dan Kanada, serta bea masuk 10 persen terhadap impor dari China.
Trump kemudian menunda kenaikan tarif kepada Kanada dan Meksiko selama 30 hari. Setelah meredanya tensi antara AS dengan Kanada dan Meksiko, Menteri Keuangan China mengeluarkan pernyataan rencana pemberlakuan tarif 15 persen terhadap impor batu bara dan LNG dari AS mulai 10 Februari 2025.
Sementara itu, investor asing dalam dua hari terakhir mencatatkan net sell secara akumulasi sebesar Rp465,3 miliar di tengah rebound IHSG kemarin ke level 7.073,5 yang didorong oleh saham TPIA dan BREN yang masing-masing menguat 14 persen dan 5,7 persen.
Beberapa saham big cap yang juga naik kemarin antara lain ASII dan TLKM. Sedangkan BMRI dan BBCA masih terus melemah, masing-masing 2,2 persen dan 1,9 persen.
“Salah satu yang berpotensi untuk mendorong kenaikan saham-saham perbankan adalah apabila BI kembali memangkas suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” lanjut riset tersebut.
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).
(Dhera Arizona)