AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

IHSG Jauhi All Time High (ATH), Analis Sampai Gemas!

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 21 Oktober 2021 16:26 WIB
IHSG ditutup melemah -23,027 poin (-0,35 persen) di level 6.632,972 pada perdagangan hari ini, Kamis (21/10/2021).
IHSG Jauhi All Time High (ATH), Analis Sampai Gemas!  (FOTO: MNC Media)
IHSG Jauhi All Time High (ATH), Analis Sampai Gemas! (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah -23,027 poin (-0,35 persen) di level 6.632,972 pada perdagangan hari ini, Kamis (21/10/2021). Membuat IHSG makin menjauh dari area All Tme High (ATH).

Dibuka menguat di 6.670,273, indeks sempat meraih titik tertingginya di 6.687,134. Namun, tekanan aksi jual tak mampu ditahan sehingga membuatnya bergerak menurun hingga menyentuh pucuk terdalamnya di 6.602,066.

Pelemahan ini menjadi kedua kalinya sejak Selasa lalu (19/10) dan membawa pergerakannya menjauhi area all time high (ATH) di 6.693,466, yang pernah dicapai pada tahun 2018.

Kendati demikian, performa IHSG hari ini masih positif dalam sepekan (1,47 persen), sebulan (8,59 persen), dan year to date (10,94 persen).

Adapun sebanyak 347 emiten melemah, disusul 188 yang menguat, dan 127 lainnya stagnan. Total transaksi mencapai Rp20,3 triliun dari 28,9 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Praktisi Pasar Modal Kefas Evander memandang koreksi yang terjadi tidak terlalu signifikan mengingat kenaikan IHSG cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Dirinya menyayangkan IHSG masih sulit untuk menembus rekor tertingginya sepanjang masa.

"Kalau saya lihat sendiri juga cukup gemas ya, berharap bisa segera all time high yang dicapai sejak tahun 2018. Cukup gemas padahal tinggal sedikit lagi. Tapi menurut saya market saat ini merah tapi turunnya tidak terlalu signifikan, mungkin sektor yang memberatkan dari sisi pertambangan batu bara dan perbankan," kata Kefas dalam program 2nd Session Closing, IDX Channel, Kamis (21/10/2021).

Kefas menyoroti bahwa indeks bisa terangkat apabila ada performa yang baik dari emiten perbankan yang sebelumnya mampu mendongkrak kinerja IHSG.

Sementara emiten pertambangan batu bara, terang Kefas masih mengalami penurunan mengikuti pelemahan harga di tingkat global. Dirinya memperingatkan investor untuk waspada terkait emiten batu bara apabila ingin mengambil posisi beli.

"Kalau untuk perbankan hanya konsolidasi saja, tidak terlalu turun dalam. Cuma karena saat ini sedang tidak perform dengan baik makanya buat indeks turun. Sedangkan saham batu bara juga sama, karena sudah reli beberapa hari terakhir mengikuti harga kenaikan harga," tuturnya.

Secara keseluruhan dirinya berharap IHSG bisa mencapai all time highnya pada pekan depan sejalan dengan nilai akumulasi beli asing yang cukup masif dalam beberapa pekan terakhir.

"Kalau kita lihat asing juga masih mencatatkan net-buy, jadi saya lihat masih kondusif untuk indeks kita dan berharap bisa ATH pekan depan," tandasnya.

Untuk diketahui, aktivitas pembelian bersih investor asing hari ini secara akumulasi mencapai Rp531,8 miliar, yang terdiri pembelian bersih Rp587,52 miliar di pasar reguler, dan aksi jual Rp55,71 miliar di pasar negosiasi-tunai.

Sementara itu, sebagian besar bursa saham di kawasan Asia juga terpantau bergerak mixed, yakni: N225 (-1,87 persen), HSI (-0,45 persen), SSEC (0,22 persen), STI (-0,35 persen). (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD