Hasan turut memaparkan perkembangan di sektor industri pengelolaan investasi yang sedang mengalami moderasi. Nilai Aset Bersih (NAB) industri reksa dana nasional per Juni 2026 bertengger di angka Rp652,9 triliun, atau menyusut sebesar 4,79 persen secara bulanan dan melemah 3,32 persen secara year-to-date.
Kendati laju pasar modal masih berada dalam fase koreksi, OJK memastikan fungsi intermediasi finansial di pasar modal tetap optimal untuk menyokong kebutuhan sektor riil.
Hingga akhir Juni 2026, total nilai penghimpunan dana baru melalui pasar modal telah menembus Rp112,67 triliun.
OJK juga mencatat antrean korporasi yang siap berburu modal masih tebal, tercermin dari adanya 11 penawaran umum dalam daftar tunggu (pipeline) yang diproyeksikan bakal menyerap dana segar sekitar Rp15,84 triliun.
(NIA DEVIYANA)