Michael menambahkan bahwa MSCI sebelumnya memang menyoroti potensi Indonesia masuk ke Frontier Market. Namun, dengan status yang tetap di Emerging Market menurut FTSE, perkiraan arus keluar modal asing dari Indonesia akan lebih terkendali.
Secara teknikal, IHSG disebutnya menyentuh titik krusial di angka 6.850. "Di angka ini akan terjadi beberapa perlawanan. Jika mampu bertahan di area ini, maka IHSG akan reversal dan menyudahi downtrend," tutur Michael.
Namun, Michael mengingatkan potensi risiko jika level tersebut gagal dijaga.
"Masih ada potensi koreksi hingga ke 6.000 jika angka 6.850 ini tertembus ke bawah. Titik kunci untuk mengakhiri downtrend adalah IHSG melewati angka 7.500," imbuh dia.
Kabar dari Footsie
Indonesia masih mempertahankan status Secondary Emerging Market dalam tinjauan interim FTSE Russell April 2026, di tengah percepatan reformasi transparansi pasar modal untuk menjaga kepercayaan investor global.
Dalam laporan FTSE Equity Country Classification Interim Review yang dirilis 7 April 2026, FTSE, atau secara informal dikenal sebagai ‘Footsie’, menyatakan terus memantau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia, terutama setelah penundaan evaluasi indeks pada Maret 2026.