Dari dalam negeri, kata Hendra, penguatan hampir terjadi di seluruh sektor dengan sektor perindustrian menjadi motor utama, disertai aksi bargain hunting pada sejumlah saham yang sebelumnya telah mengalami koreksi cukup dalam.
Meski demikian, kenaikan IHSG masih perlu disikapi secara selektif karena belum didukung oleh arus dana asing yang kuat. Sepanjang tahun berjalan investor asing masih membukukan net sell sekitar Rp88 triliun, bahkan pada perdagangan Jumat asing kembali mencatatkan net sell sekitar Rp16 miliar.
"Artinya, reli yang terjadi saat ini lebih banyak ditopang oleh investor domestik dan membaiknya sentimen global dibandingkan adanya arus masuk dana asing. Selama investor asing belum berbalik melakukan akumulasi secara konsisten, potensi volatilitas pasar masih tetap tinggi sehingga kenaikan IHSG diperkirakan berlangsung secara bertahap," kata Hendra.
Namun setelah reli tajam pada Jumat, tidak tertutup kemungkinan terjadi aksi ambil untung jangka pendek sehingga pergerakan indeks diperkirakan tetap fluktuatif.
Di tengah kondisi tersebut, Hendra menyimpulkan bahwa strategi yang lebih tepat adalah melakukan selective buying pada saham-saham yang masih memiliki momentum teknikal positif. BRIS layak dicermati dengan rekomendasi speculative buy dan target harga 1.945, seiring mulai munculnya sinyal akumulasi.