IDXChannel - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diproyeksi melemah terbatas. Sejumlah sentimen dari luar negeri turut menekan pasar modal Indonesia.
Adapun IHGS pada pekan lalu mengalami tekanan hebat dengan koreksi mencapai -4,73 persen ke level 7.935. Pelemahan ini dibarengi dengan aksi jual bersih (net outflow) di pasar reguler sebesar Rp1,2 triliun.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi mengungkapkan, ancaman MSCI terkait transparansi pemegang saham yang dapat menyeret Indonesia ke frontier market masih menjadi beban utama. Selain itu, sentimen negatif datang dari langkah Moody’s yang memangkas outlook Indonesia serta dinamika geopolitik global.
Pasar merespons negatif keputusan Moody’s yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif. Meski fundamental ekonomi dianggap solid dengan pertumbuhan di level 5,11 persen, Moody’s menyoroti ketidakpastian kebijakan dan tata kelola badan pengelola investasi baru, Danantara.
“Moody’s menyoroti risiko fiskal dari perluasan belanja sosial, basis penerimaan negara yang lemah, serta ketidakjelasan tata kelola dan mandat sovereign wealth fund Danantara yang mengelola aset BUMN besar,” kata Imam dalam risetnya, Senin (9/2/2026).