Selain itu, lanjut Hendra, UNTR juga menarik dicermati karena memiliki eksposur terhadap sektor energi dan alat berat yang masih didukung aktivitas komoditas.
“Saham HUMI juga berpotensi mendapatkan sentimen positif dari meningkatnya aktivitas transportasi energi, sementara SCMA dapat menjadi pilihan defensif di tengah volatilitas pasar yang masih cukup tinggi," ujar dia.
Hendra menekankan kondisi pasar mulai berubah setelah muncul pernyataan Trump yang menyebut bahwa konflik dengan Iran berpotensi segera berakhir. Pernyataan tersebut langsung meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, sehingga harga minyak yang sebelumnya melonjak tajam mulai mengalami koreksi.
Penurunan harga minyak ini menjadi sinyal bahwa risiko inflasi global akibat lonjakan harga energi mulai mereda, sehingga sentimen pasar global pun berangsur membaik.
Perubahan sentimen tersebut tercermin dari pergerakan bursa Wall Street yang berhasil berbalik menguat setelah sebelumnya sempat tertekan. Penguatan bursa Amerika ini memberikan sinyal bahwa risk appetite investor global mulai kembali pulih seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik dan stabilisasi harga komoditas energi.