IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) atau USD ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (28/1/2026), dengan mencatatkan kenaikan 46 poin atau sekitar 0,27 persen ke level Rp16.722 per USD.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu ketegangan perdagangan tetap menjadi perhatian utama, dengan agenda tarif Presiden AS Donald Trump sekali lagi mengganggu pasar. Retorika perdagangan agresif Trump dan penggunaan tarif berulang sebagai senjata ekonomi membebani USD.
"Eskalasi perang dagang, yang sekarang terjadi antara AS dan Korea Selatan, meluas ke pasar keuangan. Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif 25 persen pada barang-barang dari Seoul mendorong nilai tukar dolar AS melemah," tulis Ibrahim dalam risetnya.
Di saat yang sama, kekhawatiran akan penutupan pemerintahan AS lainnya semakin meningkat, dengan para anggota parlemen menghadapi tenggat waktu pendanaan pada 30 Januari. Dengan latar belakang ini, logam mulia terus menarik aliran safe haven.