Indikator teknikal juga dinilai mulai turun dari area jenuh beli, menandakan pasar masih membutuhkan fase konsolidasi.
Laporan Citi
Melansir dari Bloomberg, Senin (12/1/2026), Citigroup Inc memperkirakan defisit fiskal Indonesia berpotensi melebar jauh melampaui batas legal 3 persen pada 2026, seiring peningkatan belanja pemerintah untuk program makan bergizi gratis (MBG) nasional serta pembangunan kembali wilayah Sumatra yang terdampak banjir.
Ekonom Citi Helmi Arman dalam catatan terbarunya menyebutkan, Citi menaikkan proyeksi defisit anggaran menjadi 3,5 persen dari produk domestik bruto (PDB), dari perkiraan awal 2,7 persen.
Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi pemerintah akan merevisi Undang-Undang Keuangan Negara guna melonggarkan batas defisit 3 persen sebelum paruh kedua tahun ini.
Namun, risiko pelanggaran batas defisit itu masih bisa dihindari jika pemerintah memilih melakukan pemangkasan belanja secara signifikan demi menjaga disiplin fiskal.