Citi juga memperkirakan rasio utang terhadap PDB Indonesia akan naik menjadi sekitar 42 persen pada 2029, dari estimasi 39 persen pada 2025.
Proyeksi tersebut muncul setelah defisit anggaran Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 2,9 persen dari PDB, yang menjadi yang terlebar dalam lebih dari dua dekade di luar masa pandemi.
Kondisi ini mencerminkan tekanan pada penerimaan negara akibat pertumbuhan ekonomi yang melambat dan harga komoditas yang lemah, di tengah komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan belanja program sosial dan politik.
Citi memperkirakan program MBG akan mencapai skala penuh dengan 83 juta penerima manfaat pada awal kuartal II, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp300 triliun.
Sementara itu, pembangunan kembali wilayah Sumatra yang terdampak banjir diperkirakan menelan biaya sekitar Rp60 triliun, yang berpotensi menggerus cadangan belanja kontinjensi pemerintah.