Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun juga sempat menyentuh 2,39 persen, level tertinggi sejak 1999, mencerminkan meningkatnya tekanan inflasi.
Kepala Strategi Ekuitas NLI Research Institute Shingo Ide mengatakan pasar kini tidak hanya khawatir terhadap inflasi dan perlambatan ekonomi akibat konflik Timur Tengah, tetapi juga mulai mempertimbangkan risiko resesi.
"Pasar kemungkinan kini mewaspadai bukan hanya inflasi dan perlambatan ekonomi, tetapi bahkan resesi atau pertumbuhan negatif," ujar dia, seperti dikutip Reuters.
Tekanan juga terjadi di Korea Selatan, di mana indeks KOSPI turun lebih dari 4 persen mendekati level terendah dalam hampir empat pekan.
Kekhawatiran investor meningkat setelah serangan rudal kelompok Houthi Yaman ke Israel memperluas konflik kawasan dan memicu aksi risk-off global.