Di samping itu, aktivitas ekonomi di sektor pariwisata dan gaya hidup, seperti tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel serta sektor hiburan, terpantau masih sangat stabil.
“Daya beli masyarakat masih cukup kuat Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita Jadi enggak usah takut kita akan jeblok atau apa,” kata Purbaya.
Lebih lanjut, dengan modal kestabilan struktur ekonomi tersebut, Menkeu bahkan memproyeksikan nilai tukar rupiah memiliki peluang besar untuk menguat signifikan hingga menyentuh level 10.000 per dolar AS di masa mendatang.
Adapun kemerosotan IHSG hingga terlempar ke bawah ambang psikologis level 6.000 menempatkan bursa saham Indonesia sebagai indeks dengan performa paling lemah di regional Asia pada perdagangan kemarin.
Kejatuhan yang signifikan tersebut membuat pasar saham domestik masuk ke dalam jajaran indeks berkinerja terburuk di dunia (worst performing index).