sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Tertekan Dibayangi Outlook Moody’s, Deretan Big Cap Ini Jadi Beban

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
06/02/2026 10:08 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada Jumat (6/2/2026) seiring investor merespons outlook lembaga pemeringkat internasional Moody’s.
IHSG Tertekan Dibayangi Outlook Moody’s, Deretan Big Cap Ini Jadi Beban. (Foto: MNC Media)
IHSG Tertekan Dibayangi Outlook Moody’s, Deretan Big Cap Ini Jadi Beban. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi pada Jumat (6/2/2026) seiring investor merespons outlook lembaga pemeringkat internasional Moody’s.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat turun signifikan 2,56 persen pada pembukaan pasar sebelum memangkas penurunan menjadi minus 1,53 persen ke level 7.979 pada 09.54 WIB.

Tekanan terjadi secara merata, dengan 545 saham melemah, 123 saham menguat, dan 290 saham stagnan.

Tekanan IHSG pada perdagangan pagi ini datang dari pelemahan saham-saham big cap milik konglomerasi, yang terlihat mendominasi daftar big cap movers.

Dari Grup Barito, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) turun paling dalam 6,28 persen ke Rp1.045 per unit, disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 5,71 persen ke Rp1.980 per unit, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 4,24 persen, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang terkoreksi 3,10 persen.

Pelemahan serempak ini menjadikan saham-saham Grup Barito besutan Prajogo Pangestu sebagai salah satu pemberat utama indeks sejak pembukaan.

Tekanan juga datang dari saham konglomerasi lain. Saham PT Astra International Tbk (ASII) milik Grup Astra melemah 3,24 persen, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang berada di bawah Grup Salim turun 2,72 persen, ikut menahan laju IHSG.

Pada Kamis (5/2), Moody’s menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stable menjadi negative, meski tetap mempertahankan rating di level Baa2 atau masih dalam kategori investment grade.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, penurunan outlook terutama dipicu oleh ketidakpastian kebijakan, meningkatnya risiko fiskal, serta tekanan terhadap kredibilitas tata kelola, meskipun fundamental ekonomi Indonesia masih dinilai relatif solid.

BRI Danareksa menekankan bahwa langkah Moody’s ini bukan merupakan penurunan peringkat kredit, namun perubahan outlook berpotensi meningkatkan persepsi risiko Indonesia di mata investor global.

Dari sisi pasar, sentimen tersebut mendorong sikap risk-off di kalangan pelaku pasar. IHSG pun dibuka melemah pada perdagangan hari ini, seiring investor memilih bersikap wait and see sambil mencermati perkembangan kebijakan dan respons pemerintah ke depan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement