Pelemahan serempak ini menjadikan saham-saham Grup Barito besutan Prajogo Pangestu sebagai salah satu pemberat utama indeks sejak pembukaan.
Tekanan juga datang dari saham konglomerasi lain. Saham PT Astra International Tbk (ASII) milik Grup Astra melemah 3,24 persen, sementara PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang berada di bawah Grup Salim turun 2,72 persen, ikut menahan laju IHSG.
Pada Kamis (5/2), Moody’s menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stable menjadi negative, meski tetap mempertahankan rating di level Baa2 atau masih dalam kategori investment grade.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, penurunan outlook terutama dipicu oleh ketidakpastian kebijakan, meningkatnya risiko fiskal, serta tekanan terhadap kredibilitas tata kelola, meskipun fundamental ekonomi Indonesia masih dinilai relatif solid.
BRI Danareksa menekankan bahwa langkah Moody’s ini bukan merupakan penurunan peringkat kredit, namun perubahan outlook berpotensi meningkatkan persepsi risiko Indonesia di mata investor global.