sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Terus Melemah, Rendahnya Kepercayaan Investor Asing atas Kebijakan Pemerintah Jadi Isu

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
04/06/2026 06:00 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan hingga ke level 5.900, dibarengi dengan pelemahan kurs rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS.
IHSG terus tertekan hingga ke level 5.900, dibarengi dengan pelemahan kurs rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS. (Foto: Ist)
IHSG terus tertekan hingga ke level 5.900, dibarengi dengan pelemahan kurs rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS. (Foto: Ist)

"Misalnya ada pejabat yang ngomong 'nanti royalti (tambang) kita naikkan' sementara ada pejabat terkait lain ngomong 'Oh dipending dulu'. Nah ini trust issue seperti ini yang jadi masalah," katanya.

Menurut Hans, fundamental ekonomi Indonesia saat ini sebenarnya cukup kuat di tengah dinamika ekonomi global yang menantang. Angka pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 bahkan mencapai 5,61 persen, sementara inflasi tetap terkendali sesuai sasaran Bank Indonesia (BI). Kondisi fiskal juga membaik setelah defisit pada April 2026 menyempit.

Hans menilai, dengan kondisi ekonomi saat ini, pelemahan IHSG seharusnya bersifat temporer. Dia juga menilai, pelemahan rupiah juga tidak sepenuhnya negatif mengingat Indonesia masih menjadi negara eksportir komoditas yang mendapatkan manfaat dari kenaikan dolar AS.

"Dari sisi valuasi, IHSG pada level saat ini juga sudah cukup murah jika dilihat dari forward price to earnings ratio (P/E), sehingga pelemahannya seharusnya bersifat sementara," kata Hans.

Kendati demikian, kata dia, ekonomi dalam negeri bukannya tanpa risiko. Pelaku pasar saat ini juga tengah menanti keputusan Standard & Poor's (S&P) yang berpotensi menurunkan outlook surat utang Indonesia menjadi negatif, seperti yang dilakukan lembaga pemeringkat lain seperti Moody's. Lembaga tersebut masih menyoroti sejumlah isu terkait APBN mulai dari kebijakan yang sulit diprediksi, risiko pelebaran defisit, hingga tingginya rasio pembayaran utang terhadap pendapatan negara.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement