AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

IHSG Tetap Hijau Meski Suku Bunga Naik, Sektor Finansial Diproyeksi Outperform

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Jum'at, 23 September 2022 14:02 WIB
Kenaikan suku bunga menyebabkan IHSG bergerak anomali dan cenderung menguat dengan sektor finansial diproyeksi memiliki kinerja yang moncer.
IHSG Tetap Hijau Meski Suku Bunga Naik, Sektor Finansial Diproyeksi Outperform. (Foto: MNC Media)
IHSG Tetap Hijau Meski Suku Bunga Naik, Sektor Finansial Diproyeksi Outperform. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bursa AS alias Wall Street hingga bursa Asia kompak tertekan dibayangi sentimen kenaikan suku bunga. Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru bergerak menguat meski Bank Indonesia (BI) menerapkan kebijakan yang sama.

Equity Research Analyst Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Farras Farhan mengatakan, IHSG cenderung bergerak di zona hijau saat pre-close ketika BI menaikan suku bunga pada Kamis (22/9/2022. Selain itu, beberapa bank sentral lain seperti Bank of England dan Bank of Switzerland turut menaikkan suku bunganya.

"Untuk Indonesia sendiri memang secara historis kalau kita lihat dengan adanya kenaikan suku bunga, market itu selalu ada di area hijau," ujar Farras dalam segmen Market Buzz Power Breakfast IDX, Jumat (23/9/2022).

Namun untuk hari ini, Samuel Sekuritas melihat ada kemungkinan sideways, bahkan cenderung koreksi. "Karena adanya sentimen kenaikan suku bunga di atas ekspektasi, di mana ekspektasi pasar itu kenaikan suku bunga di sekitar 25 bps, sedangkan meningkatnya itu hingga 50 basis poin," jelas Farras.

Sektor Finansial Outperform

Untuk sektoral jadi terdampak, jika melihat pergerakan interest rate yang sama di 2018, ada beberapa sektor yang tetap outperform dari indeks. Rinciannya ada sektor keuangan, basic industri, energi dan lainnya.

"Nah kita melihatnya di iklim tahun ini akan mengikuti hal yang sama di mana sektor finansial kemungkinan akan menjadi sektor yang outperform karena sektor ini menjadi waiting lumayan terbesar ya dari IHSG sekitar 38%," ungkap Farras.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD