sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Turun 2 Persen, Saham Prajogo hingga Bank Besar Jadi Penekan Utama

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
24/07/2026 09:39 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Jumat (24/7/2026), seiring memburuknya sentimen global akibat lonjakan harga minyak.
IHSG Turun 2 Persen, Saham Prajogo hingga Bank Besar Jadi Penekan Utama. (Foto: MNC Media)
IHSG Turun 2 Persen, Saham Prajogo hingga Bank Besar Jadi Penekan Utama. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Jumat (24/7/2026), seiring memburuknya sentimen global akibat lonjakan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.28 WIB, IHSG turun 2,02 persen ke level 6.187,76. Pelemahan ini terjadi setelah indeks sempat menembus level psikologis 6.400 pada perdagangan sebelumnya sebelum akhirnya berbalik ditutup di zona merah.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp4,38 triliun dengan volume perdagangan 9,79 miliar saham. Sebanyak 555 saham melemah, 99 saham menguat, dan 311 saham bergerak stagnan.

Tekanan terhadap IHSG datang dari saham-saham berkapitalisasi besar. Saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu kompak terkoreksi, dengan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 6,04 persen menjadi Rp3.420 per saham, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 4,47 persen, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 4,15 persen.

Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) besutan Grup Salim terkoreksi 3,79 persen. Saham perbankan berkapitalisasi besar juga ikut membebani indeks, dipimpin PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang turun 3,88 persen.

BRI Danareksa Sekuritas menilai pelaku pasar saat ini mencermati meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi menyerang kapal tanker Saudi di Laut Merah. Di saat yang sama, Amerika Serikat dan Iran masih belum menunjukkan tanda-tanda menuju meja perundingan.

Situasi tersebut mendorong harga minyak Brent melonjak lebih dari 6 persen hingga mendekati USD100 per barel, memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi global dan meningkatnya tekanan inflasi.

Di dalam negeri, fokus investor juga mulai beralih ke musim rilis laporan keuangan emiten semester I-2026 yang diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan saham dalam jangka pendek.

Secara teknikal, BRI Danareksa memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.200 dan resistance 6.400.

Selama indeks mampu bertahan di atas area support, peluang melanjutkan tren penguatan masih terbuka, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi akibat ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia.

Sentimen negatif juga menyelimuti bursa regional. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun sekitar 1 persen, sementara Nikkei 225 Jepang merosot 2,9 persen dan KOSPI Korea Selatan anjlok 3,7 persen.

Di China, Shanghai Composite turun 0,68 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,22 persen, sedangkan Straits Times Index (STI) Singapura terkoreksi 0,69 persen. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement