"Ini saya pikir reaksi yang berlebihan, karena kan ini baru laporan pertama kan. Masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei kan," katanya.
Purbaya memastikan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus dilakukan guna menjamin perbaikan sistem perdagangan. Dia optimistis guncangan ini hanya bersifat sementara dan perusahaan-perusahaan di bursa akan mampu memenuhi standar global agar tetap menarik bagi investor asing.
Di luar dinamika pasar saham, Purbaya menegaskan prioritas pemerintah adalah menjaga kekuatan ekonomi riil. Menurutnya, kepercayaan investor jangka panjang akan kembali seiring dengan membaiknya indikator makroekonomi Indonesia.
"Kalau untuk saya, yang penting kita perbaiki ekonominya, karena ekonominya betul-betul membaik. Saya enggak main-main," kata Purbaya.
Penegasan ini menjadi sinyal bagi pelaku pasar bahwa pemerintah akan lebih agresif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebagai fondasi utama untuk menstabilkan pasar keuangan domestik dari tekanan sentimen eksternal.
(Dhera Arizona)