Pernyataan tersebut menekan pasar saham Asia dan mendorong harga minyak melonjak.
Dalam pidatonya, seperti dilansir dari Dow Jones Newswires, Trump mengatakan AS akan menyerang Iran secara keras dalam dua hingga tiga pekan ke depan dan menyebut operasi militer tersebut sebagai investasi masa depan bagi warga Amerika.
Ia juga menyatakan konflik dapat berakhir dalam waktu sekitar satu bulan, meskipun ancaman eskalasi tetap terbuka.
Kelompok Strategi Westpac menilai pidato tersebut membatalkan sentimen de-eskalasi yang sempat muncul sebelumnya.
Menurut mereka, ancaman serangan final yang lebih tegas kembali mengemuka sebelum kemungkinan penghentian sepihak operasi militer.