Harga minyak pun berbalik naik setelah sempat turun di bawah USD100 per barel pada Rabu. Kontrak minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 4,5 persen ke USD104,61 per barel, sementara Brent menguat 5,4 persen ke USD106,60 per barel.
Kenaikan harga minyak di tengah konflik Timur Tengah membuat bursa Asia berbalik melemah. Indeks Nikkei Jepang turun 2,3 persen, Kospi Korea Selatan merosot 4,4 persen, dan Hang Seng Hong Kong terkoreksi 1,1 persen.
Analis Nomura menyarankan investor berhati-hati terhadap saham di India serta, dalam tingkat lebih ringan, Indonesia dan Filipina karena risiko terhadap pertumbuhan dan laba perusahaan meningkat. Sementara pasar Malaysia, Hong Kong, dan China dinilai relatif lebih tangguh menghadapi gejolak.
BRI Danareksa menilai situasi ini menciptakan sinyal campuran yang meningkatkan ketidakpastian arah konflik dan pergerakan pasar ke depan.
Di sisi lain, logam mulia juga ikut melemah.
Emas spot turun 1,6 persen ke USD4.680,53 per troy ons dan perak spot merosot 3,8 persen ke USD72,22 per troy ons.