Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai tekanan terhadap IHSG saat ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal yang saling memperburuk sentimen pasar.
Ia menjelaskan, kondisi nilai tukar dan ketegangan geopolitik menjadi pemicu utama pelemahan indeks.
“Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menembus level terendah baru. Begitu juga dengan blokade Selat Hormuz yang diberlakukan oleh Trump,” ujarnya.
Lebih lanjut, Michael menyoroti kegagalan indeks mempertahankan level psikologis penting. “Sayangnya indeks saat ini tidak mampu mempertahankan area 7.000, sehingga potensinya menuju ke 6.850,” katanya.
Di sisi lain, ia juga menekankan dampak lanjutan dari kondisi tersebut terhadap pasar.