Sebaliknya, apabila indeks menembus level 5.960, risiko pelemahan menuju area 5.800-5.900 berpotensi kembali meningkat.
Rupiah Kembali Sentuh Level Terendah
Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan Rabu (3/6/2026) per pukul 10.23 WIB, rupiah melemah 0,47 persen ke level Rp17.922 per USD, sekaligus semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
BRI Danareksa Sekuritas menilai pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang masih membebani pergerakan mata uang Garuda.
Dari sisi global, tingginya ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus mendorong permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS. Selain itu, indeks dolar AS (DXY) menguat setelah data tenaga kerja AS menunjukkan perekonomian yang masih solid.